Dilematis Pasang Baru, Tirtanadi Perlu Lebih Intensif Koordinasi ke Instansi Terkait
Medan,CN.com - Anggota DPRD Medan Irsal Fikri berharap PDAM Tirtanadi Sumut perlu lebih mengintensifkan koordinasi dengan instansi terkait dalam menyahuti permohonan calon pelanggan yang akan melakukan pemasangan baru air.
"Ini semua karena kurangnya koordinasi yang dilakukan pihak PDAM Tirtanadi dengan instansi terkait," kata Irsal Fikri kepada wartawan di Medan, Selasa (03/06/2018).
Irsal Fikri mengemukakan hal itu menyusul sulitnya calon pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Cemara yang akan melakukan pemasangan baru air di Jalan Cemara mengingat jalur pipa distribusi air berada di badan jalan yang telah diaspal beton.
Sementara pihak PDAM Tirtanadi sendiri menyarankan calon pelanggan memasang jalur pipa distribusi baru sebelum melakukan pemasangan baru. Namun calon pelanggan merasa keberatan mengingat pembiayaan pasang jalur pipa distribusi baru yang mencapai puluhan juta rupiah dibebankan kepada mereka.
"Ini sangat berat bagi kami. Masak hanya untuk dua calon pelanggan kami harus mengeluarkan duit sampai puluhan juta rupiah," kata seorang calon pelanggan.
Irsal Fikri mengatakan persoalan ini cukup dilematis. Di satu sisi PDAM Tirtanadi ingin memberikan pelayanan air bersih kepada calon pelanggan, di sisi lain perusahaan milik Pemprovsu itu tak bisa berbuat apa-apa karena jalur pipa distribusi yang tertanam berada di badan jalan yang telah diaspal beton.
Seharusnya, sebut Irsal Fikri, PDAM Tirtanadi harus lebih progresif melakukan koordinasi ketika mengetahui akan dilaksanakannya proyek jalan yang dilakukan instansi terkait seperti Dinas PU Bina Marga Medan, Pemprovsu atau pusat.
"Dengan begitu, sebelum pengaspalan jalan dikerjakan, jalur pipa distribusi yang berada di badan jalan bisa lekas dipindahkan ke lokasi baru. Kalau sudah begini, rasanya akan sulit bagi calon pelanggan atau pun PDAM Tirtanadi untuk mendapatkan rekomendasi membongkar badan jalan yang sudah diaspal dari instansi terkait. Ke depan, kita berharap situasi dilematis ini jangan terulang lagi," demikian Irsal. (bsk/bm)
Label: MEDAN

<< Beranda