CN.com – Medan | Komisi A DPRD Medan mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan karena berhasil melumpuhkan dua kelompok begal sadis di Medan. Dari enam pelaku yang diamankan, tiga di antaranya ditembak mati karena berupaya melawan petugas.
"Patut kita beri apresiasi atas kinerja Polrestabes Medan," kata anggota Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu di Medan, Rabu (03/01/2017).
Hanya saja, kata Sabar, Komisi A menyarankan agar aparat kepolisian secepatnya memutus mata rantai tindak kejahatan jalanan tersebut.
Sabar juga mengingatkan kepada Kapolrestabes Medan yang baru Kombes Pol Dadang Hartanto untuk bertindak tegas terhadap penadah-penadah sepeda motor curian dan juga hasil dari pembegalan. Sebab, kata dia, tanpa peran penadah takkan mungkin pelaku begal gampang menjual barang curiannya.
Sabar menjelaskan aksi pelaku kejahatan jalanan (street crime) saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat Medan. Karenanya perlu ada tindakan tegas dari aparat kepolisian seperti tembak di tempat.
"Polisi juga jangan melupakan oknum-oknum penadah karena keberadaan mereka ikut berperan memuluskan tindakan kriminal. Mereka-mereka ini juga harus dibasmi," katanya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, akar masalah atas tingginya angka kriminal di Medan dipicu oleh peredaran narkoba yang makin massif.
"Begitu juga oknum-oknum pengedar narkoba yang makin pintar mendistribusikan barang haram tersebut kepada anak-anak produktif untuk merusak masa depan generasi kita. Makanya jangan lagi dikasih ampun. Baik terhadap pengedar kecil, pengedar besar dan penadah itu. Samakan tindakannya dengan pelaku-pelaku kriminal seperti begal," tegasnya.
Sabar mengajak seluruh masyarakat proaktif membantu tugas polisi. Di samping itu harus mau memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa aplikasi 'Polisi Kita' guna melaporkan setiap kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Efek narkoba ini menjalar ke mana-mana. Seperti prostitusi, begal, jambret, pemerkosaan dan lainnya. Ini penyakit paling berat saat ini. Generasi kita bisa punah dan tidak punya moral yang baik lagi bila sudah memakai narkoba. Inilah yang harus kita berantas bersama-sama," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, pada 27 Desember 2017 petugas gabungan dari Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur mengungkap dua kelompok begal sadis di Medan. Dari enam pelaku yang diamankan, tiga di antaranya ditembak mati karena melawan petugas.
Ketiga pimpinan begal yang tewas ditembak yakni Raja Amin Siregar alias Raja (33), warga Jalan Beringin, Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung. Safaruddin Siregar alias Serak (38), warga Jalan Denai Gang Muslim, dan M Egi Rival alias Egi (23), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Gang Keluarga, Medan Denai. Dari keterangan polisi, ketiganya sudah puluhan kali beraksi.
Selain menangkap tiga otak pelaku, polisi juga menangkap tiga anggota rampok lainnya. Mereka adalah M Ridho Padang alias Ridho (24), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Medan Denai, M Ihsan Siregar alias Ihsan (27), warga Jalan Beringin Pasar VII Tembung, dan Arif Fadillah alias Kibo (26), warga Jalan Pasar III Tembung, Gang Alimarta. (bm)
"Patut kita beri apresiasi atas kinerja Polrestabes Medan," kata anggota Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu di Medan, Rabu (03/01/2017).
Hanya saja, kata Sabar, Komisi A menyarankan agar aparat kepolisian secepatnya memutus mata rantai tindak kejahatan jalanan tersebut.
Sabar juga mengingatkan kepada Kapolrestabes Medan yang baru Kombes Pol Dadang Hartanto untuk bertindak tegas terhadap penadah-penadah sepeda motor curian dan juga hasil dari pembegalan. Sebab, kata dia, tanpa peran penadah takkan mungkin pelaku begal gampang menjual barang curiannya.
Sabar menjelaskan aksi pelaku kejahatan jalanan (street crime) saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat Medan. Karenanya perlu ada tindakan tegas dari aparat kepolisian seperti tembak di tempat.
"Polisi juga jangan melupakan oknum-oknum penadah karena keberadaan mereka ikut berperan memuluskan tindakan kriminal. Mereka-mereka ini juga harus dibasmi," katanya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, akar masalah atas tingginya angka kriminal di Medan dipicu oleh peredaran narkoba yang makin massif.
"Begitu juga oknum-oknum pengedar narkoba yang makin pintar mendistribusikan barang haram tersebut kepada anak-anak produktif untuk merusak masa depan generasi kita. Makanya jangan lagi dikasih ampun. Baik terhadap pengedar kecil, pengedar besar dan penadah itu. Samakan tindakannya dengan pelaku-pelaku kriminal seperti begal," tegasnya.
Sabar mengajak seluruh masyarakat proaktif membantu tugas polisi. Di samping itu harus mau memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa aplikasi 'Polisi Kita' guna melaporkan setiap kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Efek narkoba ini menjalar ke mana-mana. Seperti prostitusi, begal, jambret, pemerkosaan dan lainnya. Ini penyakit paling berat saat ini. Generasi kita bisa punah dan tidak punya moral yang baik lagi bila sudah memakai narkoba. Inilah yang harus kita berantas bersama-sama," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, pada 27 Desember 2017 petugas gabungan dari Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur mengungkap dua kelompok begal sadis di Medan. Dari enam pelaku yang diamankan, tiga di antaranya ditembak mati karena melawan petugas.
Ketiga pimpinan begal yang tewas ditembak yakni Raja Amin Siregar alias Raja (33), warga Jalan Beringin, Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung. Safaruddin Siregar alias Serak (38), warga Jalan Denai Gang Muslim, dan M Egi Rival alias Egi (23), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Gang Keluarga, Medan Denai. Dari keterangan polisi, ketiganya sudah puluhan kali beraksi.
Selain menangkap tiga otak pelaku, polisi juga menangkap tiga anggota rampok lainnya. Mereka adalah M Ridho Padang alias Ridho (24), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Medan Denai, M Ihsan Siregar alias Ihsan (27), warga Jalan Beringin Pasar VII Tembung, dan Arif Fadillah alias Kibo (26), warga Jalan Pasar III Tembung, Gang Alimarta. (bm)