Baru Sebulan Terpasang, Tembok Penahan Sungai Silintah Retak

Share:


SAMOSIR, CAHAYANEWS.COM -- Tembok penahan dinding sungai Silintah yang baru sekitar sebulan dikerjakan tampak mengalami kerusakan berupa keretakan yang terbilang serius di spot tertentu pada area dinding seluas sekira 6x 3 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di sekitar lokasi, Sabtu (29/5/2021), disebutkan sumber kerusakan tersebut dicetuskan oleh arus desar air sungai dan luapan air dari luar area sungai yang terjadi beberapa waktu lalu sekaitan terjadi hujan deras. 

Namun tampaknya tidak dapat dikesampingkan kemungkinan kesrusakan tersebut kemungkinan termasuk karena spesifikasi mutu dan model konstruksi beton terpasang tersebut tidak sesuai standard. Atau kemungkinan pekerjaan pemasangan tidak dilakukan secara komprehensip berdasarkan teknik pekerjaan struktur. 

Sejauh pantauan, tidak ditemukan papan nama pekerjaan di lapangan dan belum ditemukan pihak yang terkait guna dikonfirmasi. Namun beberapa informasi yang dapat dihimpun dari sumber, pekerjaan tersebut adalah dari Balai Wilayah Sungai Simatera II, Medan. 

Pekerjaan yang berlokasi di Desa Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Samosir ini dilaksanakan pada sekitar bulan April  2021. Belum diketahui apakah progres pekerjaan ini sudah 100 persen, namun yang pasti kerusakan berupa keretakan serius pada tembok di area tertentu harus diperbaiki agar tidak menjadi konstruksi gagal. 

Demikian harapan diutarakan warga yang ditemui di lokasi,  bagian tembok yang mengalami keretakan agar dibongkar untuk dipasang kembali agar seluruh bagian tembok dapat memiliki kekuatan yang sama. 

Tembok penahan dinding sungai Silintah yang baru sekitar sebulan dikerjakan tampak mengalami kerusakan berupa keretakan yang terbilang serius di spot tertentu pada area dinding seluas sekira 6x 3 meter. 

Ketika masyarakat sekitar dikonfirmasi bahwa proyek tersebut amburadul dan material batu dan pasir tidak layak uji karena menggunakan material tidak ada izin galian c dan menurut pengawas rekanan bahwa PPK dan Pengawas proyek dari BWS jarang ada dilapangan (CNC/Mikronesia sinaga).

Share:
Komentar

Berita Terkini