"Benar, rapat paripurna baru selesai kita lakukan secara daring," ujar Sekretaris DPRD Kota Medan (Sekwan), M Ali Sipahutar.
Ali menjelaskan, rapat awalnya direncanakan digelar secara langsung. Namun, maraknya aksi demonstrasi membuat Pemko Medan dan DPRD sepakat mengalihkannya ke sistem daring.
“Mengingat situasi masih belum betul-betul kondusif, maka (rapat paripurna) diputuskan untuk dilakukan secara daring. Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama," katanya.
Terkait sidang lanjutan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD atas penjelasan kepala daerah terhadap Ranperda P-APBD 2025 yang dijadwalkan Selasa (2/9/2025), Ali mengatakan masih menunggu perkembangan.
"Untuk paripurna besok belum ada keputusan apakah akan dilakukan secara daring atau tidak. Nanti akan diputuskan dan diinformasikan," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, aksi demonstrasi berujung anarkis pecah di sejumlah wilayah Kota Medan. Massa sempat melakukan aksi di gedung DPRD Sumut, DPRD Medan, dan beberapa titik lainnya. Pada Jumat (29/8/2025), pos polisi di Medan dibakar massa, dan gedung DPRD Sumut dilempar bom molotov.(CNC/BK1)
