MEDAN,CAHAYANEWS.COM- Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, ST, melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) Tahun Anggaran 2026 kepada pelajar SMP Negeri 23 Medan, Sabtu (20/6/2026), di Jalan Raya Medan Tenggara Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pelajar, para guru, serta orang tua siswa. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila, meningkatkan rasa nasionalisme, memelihara toleransi, serta mencegah potensi konflik berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Edi Saputra menegaskan bahwa penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting, khususnya bagi kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Menurutnya, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan berbagai tantangan baru yang dapat memengaruhi karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
“Kita melihat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa mulai menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila harus terus ditanamkan agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Edi Saputra.
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan bahwa Kota Medan sebagai kota multikultural yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi secara berkelanjutan.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi pelajar yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.
“Cinta tanah air, semangat persatuan, dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus ditanamkan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada,” katanya.
Edi juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di dunia digital.
Ia menilai generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dengan menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, maupun berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Menurut Edi, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya bersifat fisik, tetapi juga hadir melalui ruang digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan karakter generasi muda.
“Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar
Dalam sesi dialog interaktif, Edi Saputra mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya Wawasan Kebangsaan sebagai landasan dalam membangun karakter generasi muda yang cinta tanah air, toleran, dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Edi, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi Wawasan Kebangsaan, yaitu:
1. Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Undang-Undang Dasar 1945, sebagai landasan konstitusional yang mengatur hak dan kewajiban warga negara.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
4. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai semboyan bangsa yang mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa bentuk penerapannya antara lain menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati perbedaan suku dan budaya, mengedepankan semangat gotong royong, mematuhi aturan yang berlaku, serta berperan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, Edi Saputra berharap para pelajar semakin memahami jati diri bangsa Indonesia, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, serta mampu menjadi generasi penerus yang menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa depan.
Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 23 Medan, Dra Saripah Hanum, MPd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah yabg dipimpinnya untuk kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ideologi Pancasila. Dia mengaku kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting disampaikan bagi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa maupun tenaga pendidik.
“Untuk itu mohon kepada anak-anakku sekalian, agar dengarkan dengan sebaik-baiknya apa nanti yang disampaikan oleh bapak anggOta dewan kita, pak Edi Saputra,”katanya.(CNC/BK1)
